Saatnya pemuda harus berani tampil untuk perubahan

Terkadang manusia mempunyai sisi yang beda dengan manusia lain, tenang itu hal yang sangat wajar karena memang itulah manusia yang mempunyai karakteristik masing-masing. Dengan adanya gejolak yang terjadi dalam jiwa serta hati seseorang itulah menjadi daya dorong untuk melakukan tindakan.
Setiap perbedaan pandangan, prinsip serta yang berkaitan dengan interaksi sosial menjadi pemandangan lumrah ditengah kemajemukan masyarakat.
Berangkat dari berbagai pengalaman terutama ciri khas desa Mbawa kecamatan Donggo Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Dimana kemajemukan serta adat istiadat maupun tradisi perlu dilestarikan sebagai identitas yang menjadi ciri khas masyarakat setempat.
Masyarakat desa mbawa sangat menjunjung tinggi nilai toleransi antar umat dengan bukti bahwa di desa mbawa terdapat tiga agama besar yaitu, islam, khatolik serta protestan.
Desa mbawa adalah suatu cerminan bagaimana toleransi antar umat beragama sangat dijunjung tinggi.
Namun ada beberapa hal yang perlu kita sadari bahwa seiring dengan perkembangan Zaman serta arus globalisasi harusnya berdampak positif bagi masyarakat desa mbawa dimana segala bentuk informasi dapat diakses dengan mudah melalui internet.
Tantangan Zaman semakin komplit itulah yang dirasakan sebagian banyak kalangan muda desa mbawa.
Dengan banyaknya sarjana-sarjana muda di desa mbawa seharusnya mempunyai dampak positif dengan kehadiran mereka ditengah-tengah masyarakat namun itulah yang masih menjadi pekerjaan rumah terbesar untuk sarjana muda.
So, tulisan ini tidak bermaksud untuk menskreditkan siapapun namun lebih pada untuk evaluasi pribadi penulis.
  ( lapasamudra ).

Komentar